Analisis Vektor
Kalkulus vektor tiga dimensi — operator diferensial nabla, teorema integral fundamental, dan sistem koordinat kurvilinier yang menjadi bahasa utama elektrodinamika klasik.
1.1 Vektor dalam Tiga Dimensi
Vektor $\mathbf{A}$ dalam ruang tiga dimensi adalah besaran yang memiliki besaran (panjang) dan arah, direpresentasikan sebagai tripel terurut komponen terhadap basis ortonormal $\{\hat{\mathbf{x}},\,\hat{\mathbf{y}},\,\hat{\mathbf{z}}\}$:
Besar (norma) vektor didefinisikan melalui teorema Pythagoras generalisasi:
Vektor satuan searah $\mathbf{A}$ diperoleh dengan membagi vektor oleh besarnya:
Diberikan $\mathbf{A} = 2\hat{\mathbf{x}} - \hat{\mathbf{y}} + 3\hat{\mathbf{z}}$. Hitung besar vektor dan vektor satuan $\hat{\mathbf{A}}$.
Besaran: $|\mathbf{A}| = \sqrt{2^2 + (-1)^2 + 3^2} = \sqrt{4+1+9} = \sqrt{14} \notag$
Vektor satuan: $\hat{\mathbf{A}} = \dfrac{2\hat{\mathbf{x}} - \hat{\mathbf{y}} + 3\hat{\mathbf{z}}}{\sqrt{14}} \notag$
1.2 Perkalian Titik dan Perkalian Silang
1.2.1 Produk Titik (Dot Product)
Produk titik (hasil kali dalam) dua vektor didefinisikan secara aljabar sebagai:
Secara geometris, produk titik memberikan proyeksi skalar $\mathbf{A}$ pada $\mathbf{B}$ dikalikan besar $\mathbf{B}$:
di mana $\theta$ adalah sudut terkecil antara kedua vektor ($0 \leq \theta \leq \pi$).
Komponen $\mathbf{A}$ searah $\mathbf{B}$ (proyeksi skalar) dan vektor proyeksi diberikan oleh:
Sifat-sifat penting produk titik: komutatif ($\mathbf{A}\cdot\mathbf{B} = \mathbf{B}\cdot\mathbf{A}$), distributif terhadap penjumlahan, dan $\mathbf{A}\cdot\mathbf{A} = |\mathbf{A}|^2$. Dua vektor ortogonal jika dan hanya jika $\mathbf{A}\cdot\mathbf{B} = 0$.
1.2.2 Produk Silang (Cross Product)
Produk silang $\mathbf{A}\times\mathbf{B}$ menghasilkan vektor yang tegak lurus terhadap bidang yang dibentuk $\mathbf{A}$ dan $\mathbf{B}$, dengan arah ditentukan oleh aturan tangan kanan:
Besarnya sama dengan luas jajar genjang yang dibentuk oleh kedua vektor:
Produk silang tidak komutatif: $\mathbf{A}\times\mathbf{B} = -\mathbf{B}\times\mathbf{A}$. Arah hasil silang mengikuti aturan tangan kanan — putar dari $\mathbf{A}$ ke $\mathbf{B}$ melalui sudut terkecil $\theta$, maka ibu jari menunjuk arah $\mathbf{A}\times\mathbf{B}$.
1.2.3 Produk Tripel
Produk tripel skalar (triple product) menghasilkan skalar yang besarnya sama dengan volume parallelepiped:
Produk tripel vektor memenuhi identitas BAC-CAB yang sangat berguna dalam derivasi elektrodinamika:
Diberikan $\mathbf{A} = \hat{\mathbf{x}} + 2\hat{\mathbf{z}}$ dan $\mathbf{B} = 3\hat{\mathbf{x}} - \hat{\mathbf{y}} + \hat{\mathbf{z}}$. Hitung $\mathbf{A}\cdot\mathbf{B}$, sudut $\theta$, dan $\mathbf{A}\times\mathbf{B}$.
Produk titik: $\mathbf{A}\cdot\mathbf{B} = (1)(3) + (0)(-1) + (2)(1) = 5 \notag$
Besaran: $|\mathbf{A}| = \sqrt{5}$, $|\mathbf{B}| = \sqrt{11}$, sehingga $\cos\theta = \dfrac{5}{\sqrt{55}} \approx 0.674 \notag$
Produk silang: $\mathbf{A}\times\mathbf{B} = \begin{vmatrix}\hat{\mathbf{x}} & \hat{\mathbf{y}} & \hat{\mathbf{z}} \\ 1 & 0 & 2 \\ 3 & -1 & 1\end{vmatrix} = (0\cdot1 - 2\cdot(-1))\hat{\mathbf{x}} - (1\cdot1 - 2\cdot3)\hat{\mathbf{y}} + (1\cdot(-1) - 0\cdot3)\hat{\mathbf{z}} = 2\hat{\mathbf{x}} + 5\hat{\mathbf{y}} - \hat{\mathbf{z}} \notag$
1.3 Operator Diferensial: Gradient
Operator diferensial $\nabla$ (dibaca nabla) adalah vektor operator yang menjadi tulang punggung seluruh elektrodinamika:
Gradient dari fungsi skalar $T(x,y,z)$ adalah vektor yang komponennya adalah turunan parsial $T$ terhadap masing-masing koordinat:
Gradient $\nabla T$ menunjuk ke arah kenaikan paling curam dari $T$, dan besarnya $|\nabla T|$ adalah laju kenaikan maksimum tersebut.
Turunan arah dari $T$ searah vektor satuan $\hat{\mathbf{u}}$ diberikan oleh:
di mana $\alpha$ adalah sudut antara $\nabla T$ dan $\hat{\mathbf{u}}$. Turunan arah maksimum terjadi ketika $\hat{\mathbf{u}}$ searah $\nabla T$ ($\alpha = 0$), dan nol ketika $\hat{\mathbf{u}}$ tegak lurus terhadap $\nabla T$ — yaitu, sepanjang garis kontur $T = \text{konstan}$.
1.4 Divergensi dan Curl
Dua operasi turunan orde pertama yang paling penting dalam elektrodinamika diperoleh dengan menerapkan $\nabla$ pada vektor melalui produk titik dan produk silang.
Divergensi dari medan vektor $\mathbf{F}$ adalah skalar yang mengukur keluaran bersih (net outflow) per satuan volume di suatu titik:
Secara intuitif, $\nabla \cdot \mathbf{F} > 0$ di titik sumber (source), $\nabla \cdot \mathbf{F} < 0$ di titik cekungan (sink), dan $\nabla \cdot \mathbf{F} = 0$ jika medan tidak memiliki sumber lokal (solenoidal).
Curl dari medan vektor $\mathbf{F}$ adalah vektor yang mengukur kecenderungan rotasi medan di sekitar suatu titik:
Secara eksplisit, komponen-komponen curl adalah:
Bayangkan $\mathbf{F}$ sebagai medan kecepatan fluida. Divergensi mengukur apakah fluida "mengembang" atau "mengempis" secara lokal — seperti memasukkan pompa (sumber) atau drain (cekungan). Curl mengukur apakah fluida "berputar" di sekitar titik tersebut — seperti meletakkan bilah kipas kecil dan mengamati apakah ia berputar.
Dengan menerapkan $\nabla$ dua kali, diperoleh dua identitas fundamental yang merupakan konsekuensi langsung dari kesetaraan turunan parsial campuran ($\partial^2 f/\partial x\partial y = \partial^2 f/\partial y\partial x$):
Identitas pertama menyatakan bahwa medan curl selalu solenoidal. Identitas kedua menyatakan bahwa gradient selalu irasional. Kedua identitas ini menjadi dasar pengenalan potensial listrik dan potensial vektor magnetik.
Operator Laplacian didefinisikan sebagai divergensi dari gradient:
Hitung divergensi dan curl dari $\mathbf{F} = x^2 y\,\hat{\mathbf{x}} + y^2 z\,\hat{\mathbf{y}} + z^2 x\,\hat{\mathbf{z}}$.
Divergensi: $\nabla\cdot\mathbf{F} = 2xy + 2yz + 2zx \notag$
Curl: $\nabla\times\mathbf{F} = \left(\frac{\partial(z^2 x)}{\partial y} - \frac{\partial(y^2 z)}{\partial z}\right)\hat{\mathbf{x}} - \left(\frac{\partial(z^2 x)}{\partial x} - \frac{\partial(x^2 y)}{\partial z}\right)\hat{\mathbf{y}} + \left(\frac{\partial(y^2 z)}{\partial x} - \frac{\partial(x^2 y)}{\partial y}\right)\hat{\mathbf{z}} \notag$
$= (0 - y^2)\hat{\mathbf{x}} - (z^2 - 0)\hat{\mathbf{y}} + (0 - x^2)\hat{\mathbf{z}} = -y^2\,\hat{\mathbf{x}} - z^2\,\hat{\mathbf{y}} - x^2\,\hat{\mathbf{z}} \notag$
1.5 Teorema Integral: Gauss, Stokes, dan Green
Tiga teorema integral fundamental menghubungkan operasi diferensial lokal (divergensi, curl) dengan integral global atas permukaan dan kurva tertutup.
1.5.1 Teorema Divergensi (Gauss)
Integral fluks vektor $\mathbf{F}$ menembus permukaan tertutup $\mathcal{S}$ sama dengan integral volume divergensi $\mathbf{F}$ di dalam volume $\mathcal{V}$ yang dibatasi $\mathcal{S}$:
di mana $d\mathbf{a} = \hat{\mathbf{n}}\,da$ dengan $\hat{\mathbf{n}}$ adalah vektor normal satuan mengarah ke luar permukaan tertutup.
1.5.2 Teorema Stokes
Integral garis $\mathbf{F}$ sepanjang kurva tertutup $\mathcal{C}$ sama dengan integral curl $\mathbf{F}$ melalui setiap permukaan terbuka $\mathcal{S}$ yang dibatasi oleh $\mathcal{C}$:
Arah integrasi pada $\mathcal{C}$ dan arah normal $\hat{\mathbf{n}}$ pada $\mathcal{S}$ memenuhi aturan tangan kanan: jika jari-jari tangan kanan mengikuti arah integrasi pada $\mathcal{C}$, ibu jari menunjuk arah $\hat{\mathbf{n}}$.
1.5.3 Teorema Green (Bidang)
Teorema Green adalah bentuk khusus teorema Stokes di bidang $xy$. Untuk medan $\mathbf{F} = F_x\hat{\mathbf{x}} + F_y\hat{\mathbf{y}}$ dan daerah $\mathcal{R}$ dengan batas $\mathcal{C}$:
Perhatikan bahwa integran di ruas kanan adalah tepat komponen-$z$ dari $\nabla\times\mathbf{F}$, konsisten dengan interpretasi teorema Green sebagai kasus 2D dari Stokes.
1.6 Sistem Koordinat Kurvilinier
Dalam elektrodinamika, banyak masalah memiliki simetri yang lebih alami diekspresikan dalam koordinat silinder atau bola daripada koordinat Kartesius. Sistem koordinat kurvilinier umum $(u_1, u_2, u_3)$ didefinisikan oleh fungsi transformasi $\mathbf{r}(u_1, u_2, u_3)$.
1.6.1 Koordinat Silinder
| Koordinat | Transformasi | Faktor Skala |
|---|---|---|
| $s$ (sumbu) | $x = s,\; y = 0,\; z = z$ | $h_s = 1$ |
| $\phi$ (azimuth) | $x = s\cos\phi,\; y = s\sin\phi$ | $h_\phi = s$ |
| $z$ (vertikal) | $z = z$ | $h_z = 1$ |
Dalam buku ini, koordinat silinder ditulis $(s, \phi, z)$ — bukan $(r, \phi, z)$ — untuk menghindari kebingungan dengan koordinat radial bola $r$. Simbol $r$ selalu dicadangkan untuk jarak dari titik asal dalam koordinat bola.
1.6.2 Koordinat Bola
| Koordinat | Transformasi | Faktor Skala |
|---|---|---|
| $r$ (radial) | $x = r\sin\theta\cos\phi,\; y = r\sin\theta\sin\phi,\; z = r\cos\theta$ | $h_r = 1$ |
| $\theta$ (polar) | $h_\theta = r$ | |
| $\phi$ (azimuth) | $h_\phi = r\sin\theta$ |
1.6.3 Grad, Div, dan Curl dalam Koordinat Kurvilinier
Dalam koordinat kurvilinier umum dengan faktor skala $h_1, h_2, h_3$, operator diferensial mengambil bentuk:
Gradient:
Divergensi:
Curl:
Laplacian:
Dengan mensubstitusikan faktor skala yang sesuai, diperoleh bentuk eksplisit di masing-masing sistem. Sebagai contoh, Laplacian dalam koordinat bola:
Kartesius $(x,y,z)$: masalah tanpa simetri tertentu, atau bidang-bidang datar.
Silinder $(s,\phi,z)$: masalah dengan simetri aksial — kawat tak hingga, silinder, solenoid.
Bola $(r,\theta,\phi)$: masalah dengan simetri bola — muatan titik, kulit bola, distribusi radial.
Pilihan koordinat yang tepat sering kali menyederhanakan masalah secara drastis — persamaan yang tampak tidak terpecahkan dalam Kartesius dapat menjadi persamaan ODE biasa dalam koordinat yang sesuai.
- Diberikan $\mathbf{A} = 3\hat{\mathbf{x}} - \hat{\mathbf{y}} + 2\hat{\mathbf{z}}$ dan $\mathbf{B} = \hat{\mathbf{x}} + 2\hat{\mathbf{y}} - \hat{\mathbf{z}}$. Hitung: (a) $\mathbf{A}+\mathbf{B}$, (b) $\mathbf{A}\cdot\mathbf{B}$, (c) $\mathbf{A}\times\mathbf{B}$, (d) sudut antara keduanya, (e) $\text{proj}_{\mathbf{B}}\mathbf{A}$.
- Buktikan identitas BAC-CAB: $\mathbf{A}\times(\mathbf{B}\times\mathbf{C}) = \mathbf{B}(\mathbf{A}\cdot\mathbf{C}) - \mathbf{C}(\mathbf{A}\cdot\mathbf{B})$ dengan mengekspansi komponen-komponennya dalam basis Kartesius.
- Tentukan $\nabla T$ dan $\nabla^2 T$ untuk $T = x^2 y + y^2 z + z^2 x$. Hitung $\nabla T$ di titik $(1, 2, 3)$ dan tunjukkan arah kenaikan paling curam.
- Untuk $\mathbf{F} = xy\,\hat{\mathbf{x}} + yz\,\hat{\mathbf{y}} + zx\,\hat{\mathbf{z}}$, hitung $\nabla\cdot\mathbf{F}$ dan $\nabla\times\mathbf{F}$. Verifikasi bahwa $\nabla\cdot(\nabla\times\mathbf{F}) = 0$.
- Sebuah medan radial didefinisikan sebagai $\mathbf{F} = f(r)\,\hat{\mathbf{r}}$ dengan $r = \sqrt{x^2+y^2+z^2}$. Tunjukkan bahwa $\nabla\times\mathbf{F} = \mathbf{0}$ untuk setiap $f(r)$, dan hitung $\nabla\cdot\mathbf{F}$ dalam koordinat bola.
- Hitung $\nabla^2(1/r)$ untuk $r \neq 0$. (Petunjuk: gunakan koordinat bola dan ingat bahwa hasilnya terkait dengan fungsi delta Dirac.)
- Sebuah titik $P$ memiliki koordinat Kartesius $(1, 1, \sqrt{2})$. Tentukan koordinat bola $(r, \theta, \phi)$ dan koordinat silinder $(s, \phi, z)$-nya.
- Turunkan ekspresi divergensi dalam koordinat silinder $(s, \phi, z)$ dari rumus umum kurvilinier. Verifikasi hasilnya dengan menghitung $\nabla\cdot\mathbf{F}$ untuk $\mathbf{F} = s\,\hat{\mathbf{s}}$ langsung menggunakan definisi limit divergensi.